Karhutla di Berau Kian Mengkhawatirkan, Titik Api Mulai Mendekati Permukiman Warga

img

Petugas kebakaran saat melakukan pemadaham di lahan yang terbakar di Kabupaten Berau. (foto : dok/sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau semakin mengkhawatirkan. Selain jumlah titik api yang terus meningkat, lokasi kebakaran kini mulai mendekati kawasan permukiman warga.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

 

"Kurangi aktivitas yang menggunakan api, seperti membakar sampah atau kegiatan lain yang dapat menimbulkan percikan api. Jangan juga membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang tidak kita inginkan," ujarnya, baru-baru ini saat dikonfirmasi.

 

Menurut Masyhadi, kondisi vegetasi di lapangan saat ini sangat kering sehingga mudah terbakar. Intensitas kemunculan titik api pun mengalami peningkatan signifikan.

 

"Selama sepekan terakhir terdapat sekitar 35 hingga 70 titik api per hari. Intensitasnya memang cukup tinggi karena musim kemarau sudah mulai memasuki puncaknya," jelasnya.

 

Ia menyebutkan, berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Karena itu, BPBD mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati selama periode tersebut.

 

"Kami mulai meningkatkan kewaspadaan sejak Agustus hingga September karena merupakan puncak musim kemarau tahun ini," katanya.

BPBD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla agar tidak meluas dan mengancam keselamatan warga maupun lingkungan. (sep/FN)